Menu

Mode Gelap
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram Selamat Tahun Baru Muharram 1446, Puisi Gus Mus KH. Mushtofa Bisri PBNU Buka Pendaftaran Beasiswa S1 ke Al-Azhar Mesir, Ini Ketentuan dan Cara Daftarnya Khutbah Jum’at Tahun Baru Islam Pengurus NU Pulodarat Ikuti Pelatihan Desain Grafis di BLKK MWCNU Pecangaan

Fatayat · 28 Nov 2023 06:48 WIB ·

Jepara “Kota Pahlawan Perempuan’ : Menapaki Jejak Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan RA. Kartini


 Jepara “Kota Pahlawan Perempuan'” : Menapaki Jejak Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan RA. Kartini Perbesar

Jepara “Kota Pahlawan Perempuan'” : Menapaki Jejak Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan RA. Kartini

Spread the love
Jepara “Kota Pahlawan Perempuan'” : Menapaki Jejak Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan RA. Kartini

Jepara “Kota Pahlawan Perempuan’” : Menapaki Jejak Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan RA. Kartini

Ratu Kalinyamat mengokohkan Jepara sebagai Kota Pahlawan Perempuan setelah diberi anugrah Pahlawan Nasional yang jauh sebelumnya RA. Kartini sudah mendahului mendapatkan anugrah menjadi Pahlawan Nasional.

Jepara patut bangga memiliki dua perempuan hebat yang ide, dan kiprahnya membangun bangsa dan negara diapresiasi oleh Pemerintah, sekaligus tantangan dan harapan bagi Pemerintah Kabupaten Jepara. Tidak semua Kabupaten/kota memiliki talenta yang dapat dijadikan “icon” tauladan akan tetapi lebih dari itu sebagai “pendobrak” budaya patriarkal dimana perempuan menjadi “bisa” melakukan aktifitas “ruang publik” bahkan melebihi laki laki.

Tantangan berat bagi Jepara dalam mengimplementasikan “kepahlawanan perempuan” ini didalam tata struktur masyarakat baik di pemerintahan, politik, sosial, ekonomi, terlebih di tataran budaya dan agama. Merekonstruksi pola budaya dan tafsir agama tentang perempuan membutuhkan kecerdasan, strategi dan bahkan “pendobrakan” karena pola budaya dan tafsir agama terhadap perempuan “temboknya sedikit tebal”. Namun, perkembangan laju modernitas Jepara yang begitu kencang tembok tembok tersebut semakin lama semakin “nggripisi” karena tuntutan zaman yang mengharuskan berubah.

Dari sana, ada secercah harapan baru , yang disebabkan oleh spirit yang sangat kuat dari duo tokoh besar yaitu Ratu Kalinyamat dan RA Kartini yang secara subtansial mampu merubah “mindset” masyarakat tentang “kesejajaran dan sinergitas” perempuan dengan laki laki untuk bekerjasama membangun masa depan Jepara.

Jepara harus memiliki “master-plan” tentang skala prioritas yang berupa konsep, strategi dan implementasi peran perempuan jangka waktu 10 – 20 tahun ke depan baik di sektor pemerintahan, politik, sosial, ekonomi dan ruang publik lainnya sebagai sebuah “tetenger” bahwa Jepara adalah “Kota Pahlawan Perempuan”.

Akhirnya, semua lapisan masyarakat harus disadarkan bahwa Jepara sudah dan telah memiliki kebanggaan dan menjadi “icon” tentang “perjuangan perempuan nasional” yang gigih dan tangguh melalui kepahlawanan Ratu Kalinyamat dan RA. Kartini sehingga kesadaran bersama agar menjadikan Jepara terus menapak step by step meningkatkan Sumberdaya Perempuan yang unggul dan memberi kesempatan perempuan ikut berkiprah di ruang publik sebagai sesuatu yang wajar dan biasa.

Disamping Dua Profile Perempuan Pahlawan tersebut, kita tentunya Mengetahui begitu besarnya peran dan perjuangan Ratu Shima.

Ratu Shima merupakan salah satu penguasa dari Kerajaan Kalingga. Semasa kepemimpinannya Kerajaan Kalingga berhasil meraih masa kejayaan. Hal tersebut disebabkan karena Ratu Shima menerapkan prinsip keadilan dalam pemerintahannya

Kerajaan Kalingga didirikan oleh orang pelarian dari India setelah kerajaan di negaranya dihancurkan, dan masyarakat menganut agama Hindu dan Buddha. Sementara nama Holing berasal dari bahasa Tiongkok. Hal ini berpengaruh pada bahasa yang digunakan sehari-hari dan Bahasa Tiongkok dipakai oleh masyarakat setempat. Penamaan Holing di karenakan banyak pendeta dari Tiongkok yang datang ke wilayah Nusantara pada waktu itu khususnya di daerah tersebut.

Kerajaan ini diperkirakan mulai berdiri sejak abad ke-6 dan terletak di daerah pesisir utara Jawa Tengah. Wilayah kekuasaan Kerajaaan Kalingga diduga terdiri dari Blora, Purwodadi, Salatiga, Jepara, dan Pekalongan.

Kerajaan Kalingga berhasil mencapai puncak kejayaan semasa kepemimpinan dari Ratu Shima yang merupakan putri dari Prabu Wasugeni. Ratu Shima resmi menjadi Ratu di Kerajaan Kalingga pada tahun 674 M dengan menggantikan Prabu Kirathasingha yang merupakan suaminya karena meninggal dunia.

Ratu Shima termasyhur di tanah Jawa dengan gaya kepemimpinannya yang adil dan sangat keras. Ia menerapkan peraturan yang kejam terhadap segala bentuk pencurian, di mana hal tersebut membuat masyarakat Kerajaan Kalingga menjadi jujur dan senantiasa memihak terhadap kebenaran. Ratu Shima tidak segan untuk memberikan hukuman yang tegas terhadap tindakan yang melanggar aturan bahkan terhadap anggota keluarganya sendiri.

Sebuah cerita menarik terkait Ratu Shima yang nyaris menjatuhkan hukuman mati terhadap putra Mahkota Kerajaan Kalingga, hal tersebut disebabkan karena berani menyentuh sebuah kantong berisi emas yang dimiliki oleh Ratu Shima. Namun, hukuman mati tersebut berhasil dibatalkan karena Dewan Menteri Kerajaan meminta agar sang putra Mahkota tidak dihukum mati.

Meskipun terselamatkan dari hukuman mati, namun putra Mahkota tetap menerima hukuman dari Ratu Shima yakni hukuman potong kaki karena bagian tersebut yang menyentuh kantong emas. Meski terdengar kejam, namun sosok Ratu Shima dalam hal ini menjadi panutan masyarakat karena keadilan yang ia tegakan.

 

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram

6 July 2024 - 09:02 WIB

Doa Akhir Tahun NU Pulodarat

PBNU Buka Pendaftaran Beasiswa S1 ke Al-Azhar Mesir, Ini Ketentuan dan Cara Daftarnya

5 July 2024 - 04:29 WIB

PBNU Buka Pendaftaran Beasiswa S1 ke Al-Azhar Mesir, Ini Ketentuan dan Cara Daftarnya

Demi Kemandirian Ekonomi Jam’iyyah, NU Pulodarat adakan Grand Opening ERJE CAFE NU Pulodarat

1 April 2024 - 19:53 WIB

Demi Kemandirian Ekonomi Jam'iyyah, NU Poludarat adakan Grand Opening ERJE CAFE NU Pulodarat

Syair Aqaid Saeket, syair indah karya dua tokoh Ulama NU

19 March 2024 - 08:07 WIB

Syair Aqaid Saeket, syair indah karya dua tokoh Ulama NU

NU Mart MWCNU Kedung Jepara Resmi di Buka

19 March 2024 - 06:31 WIB

NU Mart MWCNU Kedung Jepara Resmi di Buka

PARNU Pulodarat akan Segera adakan acara Grand Opening ERJE CAFE NU Demi Kemandirian Ekonomi Jam’iyyah

18 March 2024 - 19:05 WIB

PARNU Pulodarat akan Segera adakan acara Grand Opening ERJE CAFE NU Demi Kemandirian Ekonomi Jam'iyyah
Trending di Bisnis Camp